.... Gw nyakau apa pas bikin ginian


A/N: All of the characters belong to their respective owners *ala novelis terkenal dan juga FFn-ers* Warning OOC dan kenistaan. Storyboard by Nikki and Ella pada waktu sebelum tidur. Hope ya like it!




-Narrator merangkap Author:
Yaa~ha! Selamat Natal, С Рождеством, , Merry Christmas, Joyeux Noël, , Lenka! Untuk kado natal ini, aku akan menyiksa karaktermu tersayang memberikanmu script drama yang diangkat dari dongeng terkenal Snow White. Mari kita geret saja karakter-karakter yang dipaksa dengan sukarela akan berpartisipasi dalam dongeng ini!

- OCs:
*diikat dan dibekap, dirantai dan dikerangkeng, dan segala macam usaha penculikan sukses lainnya* MPPFFFF@#$#%^#%^$^&!!!

- Narrator:
*mengganti set panggung dengan istana, lengkap dengan segala macam tetek bengek lainnya. Dekor dibuat oleh Dumbledore dengan ancaman jenggotnya akan diluruskan pakai tongkat sihir merek L’*real kalau tidak mau menurut* *melempar Renato dengan sukacita; pakaiannya telah diganti dengan gaun berwarna pink ngejreng dengan hiasan pita-pita dan renda, serta telah diancam akan di-‘imperio anyway’ kalau dia tidak mau sekalipun* *wajahnya sudah dimake-up jadi cantik, meski bibirnya lebih mirip Joker dari film B*tman*

-Renato:
*merutuki nasibnya dan menyumpah-nyumpah* “KENAPA HARUS AKU YANG JADI PUTRI SALJUNYA!!”

-Narrator:
JANGAN NGABIS-NGABISIN ROL FILM! ON TO THE SCRIPT ATAU RENATA GW KASIH KE PEDOBEAR!! *ngamuk* *OOC*

-Renato:
*akhirnya menyerah meski masih tidak rela* *dengan kasar menghentakkan sepatu hak tinggi 5 sentinya ke lantai kayu panggung, sebelum duduk di sebuah kursi dalam setting taman, dengan bunga-bunga mawar sumbangan khusus dari Dupre dengan sukarela (yang ini beneran) dan juga burung-burung hasil mantera Avis berterbangan di sekitar, bahkan hinggap di pangkuannya*

Narrator:
*mulai bercerita* Pada suatu ketika di suatu kerajaan PK yang sangat jauh, hiduplah seorang putri –tanda kutip- yang bernama Renato Bekti Nurbaya Garcia Nurhaliza Abbot. Namun karena namanya kepanjangan dan sangat kecowokan; serta perangainya yang secerah gerhana matahari, orang-orang lebih memilih memanggilnya Sunflower Gold. Memang sangat tidak nyambung dengan cerita asli, namun ini dinamakan improvisasi. Mari kita lanjutkan.

Sunflower—argh sudahlah, kita panggil Renato saja *menghindari protes dan timpukan dari pembaca* sudah tidak mempunyai orangtua lagi. Sang ibunda Ratu telah meninggal, dan juga sang Raja yang menyusul beberapa tahun setelahnya. Sebelum meninggal, Raja telah menikah lagi dengan seorang janda muda –tanda kutip lagi- yang bernama Arval Danone Andalucia Toto McGuirre. Sang ‘ratu’ yang berstatus sebagai ibu tiri Renato ini memiliki sebuah cermin ajaib yang bisa bicara, bernama Markus Hare.

Ya, hanya dia yang tidak bernama nista... Entah kenapa Author gak sanggup. Moving on.

Sang ratu sangat mencintai cerminnya, dan terlebih lagi mencintai sesuatu yang baginya sangat berharga. Tiada hari tanpa membelai dan mengucapkan kata-kata penuh kasih untuk yang dicinta, menciumi dan bahkan sampai membeeepnya. Entah apa maksud beep itu, bahkan yang mengetik juga tidak mengerti. Benda itu adalah... Gawang. Ya, entah apa bagusnya benda mati berbentuk bulat dan ada bagian memanjangnya itu. Tapi sang ratu tidak peduli, saking bolotnya dia (ya, dia juga terkenal dengan nama ratu BOLOT selain ratu GAWANG), dia malah menyangka kalau orang lain juga memuja gawang kesayangannya itu. Tjih tjuih huoekhhh.

Lanjut sebelum di-avada...

Seperti biasa, sang ratu bertanya kepada cermin tersayangnya yang berwajah selempeng jalan tol Jabodetabek itu dan tengah asyik makan kripik sambil tiduran dan baca komik.

Arval:
*memakai gaun berwarna ungu janda, make-up menor dan lipstik hitam gotchic plus eyeshadow dan eyelinder berlipat ganda, membuatnya lebih terlihat seperti Ronald McD*nald versi crossdresser* “Cermin oh cerminku tersayang tertjintah yang entah kenapa wajahnya datar banget, siapakah gawang tercantik yang ada di dunia ini?” *kipas-kipas kipas berbulunya*

Mark:
*dengan baju biasanya, ngomong datar dari balik cermin sambil baca script* “Gawangmu, wahai ratuku.”

Arval:
*ngebolot* ”APA!? ADE RAI!?”

Mark:
*kriuk kres* “Gawangmu, Ratu. Korek tuh kuping makanya.” *kurang ajar*

Arval:
“APA, RENATO SIALAN ITU MAU MENCULIK GAWANGKU!? TIDAK AKAN KUBIARKAN!! DIA HARUS KUBUNUH!!” *malah makin bolot, menyinetron, dan bikin kesimpulan seenak jidat* “PEMBURU!! KESINI KAU!!”  *pencet bel di sebelah singgasananya*

*bekson petir menggelegar dan hujan badai mendadak*

Mark:
“....” *nyerah*

Narrator:
*sambil ngemil popcorn* Sang ratu yang sudah terlanjur membolot dan mengamuk itu pun memanggil pemburu kesayangannya, Emon Fantasistape do Beruang Dupre. Sang pemburu selalu mengenakan baju berwarna ungu terong seperti ratunya, dan senjatanya adalah mawar berduri racun yang bisa membuat orang koleps karena terkena serangan kegalauan apabila terkena duri tersebut... DAN AKAN MENGANDUNG ANAKNYA!! SUNGGUH MENGERIKAN, SAUDARA-SAUDARA!!

Emon:
“OHOHOHOHOHOHOHOHN~~-- Ahem. Apa yang Anda inginkan, oh ratuku yang ter’cantik’?” *ketap-ketip manja*

Arval:
“JANGAN MALAH PROMOSI BODYSHOP!! #bolotmodeon Cari Renato alias Sunflower Gold itu sekarang juga, bawa dia ke hutan dan bunuh dia!!” *masih ngebolot, menunjuk dengan dramatisasi yang sebenarnya sangat tidak perlu* “Mau kau hamili atau raep juga boleh!! Apapun, asal dia tidak mendekati gawang yang sangat kucintai itu!!”

Emon:
*mengangguk, stress dengan kebolotan Arval dan memilih langsung cabut saat itu juga tanpa ba-bi-bu lagi* *langsung apparate biar ga repot*

Renato:
*lagi santai lenggang kangkung di atas stage, mendadak ada lelaki dengan wajah menunjukkan tingkat ke-pervert-an kelewat batas muncul di depannya* *shock setengah mati* “SIAPA LOE!” *menunjuk heboh, langsung berdiri ketakutan akan terong hidup yang mendadak nongol di hadapannya*

Emon:
“Aku pemburu ibumu. Maksudnya, aku pemburu kepercayaan ibumu. ARG—AKU DISURUH MEMBUNUHMU, BERSIAPLAH UNTUK KUHAMILI, ATAS NAMA RATU BOLOT!!” *langsung mengeluarkan duri mawarnya, bersiap menebas Renato*

Renato:
“AMIT-AMIT JABANG BEBIH!!” *langsung lempar kursi besinya yang menghantam wajah Emon dengan sukses, angkat gaunnya yang super merepotkan itu, dan langsung kabur ngibrit ke arah setting hutan*

Narrator:
Renato yang malang (ga juga sih) langsung berlari ke dalam hutan, dimana hari mulai menggelap karena matahari akan terbenam, burung-burung imut hasil ciptaan mantera Avis sudah berganti menjadi gagak-gagak peliharaannya Akira dan Nikki. Karena merasa terlalu merepotkan berlari dengan gaun seberat tiga kilo itu, dirobeknya sang gaun mengembang dan membuang kurungan ayam yang membuat aksen menggembung, membuat stoking jala hitam sekseh yang biasa dipakai bunny girl terlihat jelas tercetak membungkus kaki kecokelatannya. *nyengir jahat*

Renato:
*stocking magically appears after he wrecks the skirt* “WHAT THE FUCK!? NARRATOR, YOU’RE SO NOT GOING TO BE ALIVE AFTER THIS!!” *masih berlari, takut diperawani oleh pedobear yang dilemparnya kursi barusan walaupun PMnya pasti akan dengan sukarela memberikannya kepada Emon* *akhirnya sampai di lokasi selanjutnya dengan wajah babak belur tergores ranting, baju tercabik dimana-mana sehingga dia ¾ telanjang*


Narrator:
Ohohohon~ Coba aja kalo bisa. *pasang safety wall* Lanjoet. Di tempat yang ditemukannya, berdirilah sebuah rumah mungil yang sebenarnya lebih terlihat mirip bedeng daripada pondokan seperti seharusnya dalam cerita. Karena rasa penasarannya, masuklah Renato ke dalam bedeng—maaf, pondok tersebut... Dan menemukan sesuatu yang membuat senang perut laparnya.

Renato:
*melihat 7 porsi pizza di atas piring dan jus tomat terhidang di atas meja panjang* “... Sepertinya aku tahu ini yang masak siapa. Oh well, gue laper!!” *langsung melahap semua 7 porsi tersebut dengan rakusnya, sebelum bersendawa dengan puas* “Kenyang... jadi ngantuk—hm?” *lirik ke 7 ranjang kecil, langsung terjun dan ngorok dengan sukses*

Narrator:
... *speechless* Uhum... Baguslah berjalan dengan baik. *lirik obat tidur yang dimasukin* Next! Rumah (Penonton: TADI KATANYA PONDOKAN!!) tersebut sebenarnya dimiliki oleh 7 orang kurcaci, yang oleh penulis dinamakan dengan satu kata saja karena malas mencari nama lain dan keterbatasan waktu. 7 kurcaci itu adalah: Elden, Pale, Iggy, Lepi, Akira, Alex, dan Dylan. Mereka dikenal dengan 7 kurcaci PK dan baru saja pulang dari pekerjaan mereka sebagai stripteasers di sebuah strip bar yang dimiliki oleh Emon. Kelelahan dan kecapaian, ingin segera rasanya mereka sampai rumah untuk makan dan tidur nyenyak. Sayangnya, itu tidak akan terjadi.

7 kurcaci yang sudah diubah jadi chibi:
*ngedumel mampus, terutama Akira, Lepi, dan Pale* *memakai baju kurcaci yang berbeda warna sesuai dengan rambut mereka: Merah keoranyean, cokelat, kuning, kuning tua, hitam, ungu, merah* *melangkah masuk setting*

Pale:
“LAPARR!” *langsung melangkah, terkejut setengah mati mendapati  piring kosong dan berantakan* “WUOEI!! SIAPA SEENAKNYA MAKAN DISINI DAN TIDAK NYUCI PIRINGNYA!!” *raeg*

Akira:
“Hmph.” *tunjuk yang di ranjang* “Disana, bodoh.”

Lepi:
“... Apa? Makanannya habis?” *aura menggelap*

Pale:
*loncat ke yang di ranjang, injekin* “BANGUN KAU, TRESPASSER BANCI KALENG SIALAN!!”

Iggy:
“... Hey hey hey! Jangan seekstrim itu!” *berusaha menyingkirkan Pale*

Renato:
*bangun, ngamuk, tonjok yang nginjekin* “WADOW! SAKIT, BRENGSEK!!” *misuh-misuh, berlanjut nendangin Pale yang terkapar KO oleh satu tonjokan*

Elden:
“... Waow.” *malah nontonin sambil makan kacang*

Alex:
*berusaha waras* “... Gapapa tuh?”

Dylan:
“Ah, dia mah, tahan banting dan maso. Kalo dibunuh juga palingan idup lagi.” *santai nyender di sofa, nyalain TV* *ini tahun berapa ya*

Akira dan Lepi:
*masih keluar aura gelap*

Renato:
*sadar dibicarain, langsung berhenti* “... KALIAN SIAPA, AKU DIMANA, AKU SIAPA(?)!?” *menunjuk satu persatu kurcaci yang dibicarakan, kecuali yang sedang dijadikan keset kaki*

Iggy:
*yang kelihatannya paling waras di antara kurcaci-jenglot bertujuh ini* “Kau siapa, kau yang seenaknya menerobos masuk rumah dan makan makanan orang. Minta digangbang, ya?”

Renato:
“WTF!”

Narrator:
Ralat deskripsi sebelumnya, tidak akan ada yang pernah waras di drama ini. Renato yang sudah tenang setelah puas menginjak-injak obat stress barunya (baca: Pale) pun bercerita mengenai kejahatan ibu tirinya, serta adanya Emon di luar sana yang berniat menghamilinya dengan duri beratjoen. Ketujuh-minus-satu kurcaci pun mengangguk-angguk paham, walau dalam hati ketawa pasrah penuh ironi karena Emon sebenarnya adalah boss mereka. Kecuali Akira dan Lepi, tapi hey, ini generalisasi.

Lanjut.

Setelah berkata kalau dia akan membersihkan rumah dan mencuci serta melakukan pekerjaan seperti pembantu untuk mereka sebagai ganti diijinkan menumpang tinggal di rumah tersebut, ketujuh kurcaci-jenglot itu akhirnya menyetujuinya (Renato: SCRIPT-WRITER *BEEP*!!!) Oh hush, giliranmu masih nanti!—Sampai dimana? Oh iya, lalu kemudian esok paginya, ketujuh kurcaci itu berangkat kerja; walau perlu dipertanyakan juga dimana Renato tidur. Oh well. Sebelum berangkat kerja, ketujuh kurcaci mewanti-wanti agar Renato tidak membukakan pintu untuk siapapun. Hal tersebut untuk menghindari debt collector yang sudah mengejar-ngejar mereka untuk menagih hutang sekian triliun galleon yang mereka hasilkan.

Renato manggut-manggut saja; dia terlalu mager untuk membukakan pintu kok. Sayangnya dia tidak sadar kalau Arval yang masih ngamuk menyuruh Markus menunjukkan apakah Renato masih hidup; setelah menemukan mayat(?) Emon di pekarangan. Dan ditunjukkanlah rumah ketujuh jenglot—maaf, maksud saya kurcaci—tersebut. Menyamarlah Arval menjadi manusia tomat dengan bodohnya, membawa sekeranjang tomat yang sudah diberi ramuan sedak. Kenapa tidak sekalian diberi racun saja, itu demi kepentingan hidup Author.

Arval:
*mengendap-endap dalam kostum tomat bulat besar, merasa dirinya sangat bego sekarang ini* *mulai ikut menyumpahi Author, berjalan sambil berusaha menyeimbangkan tubuh karena kostumnya kegedean* *gagal, jatuh terguling mendobrak pintu scene dan menyebabkan kerugian 50 galleon dan juga Renato yang shock jantung*

Renato:
“AAAAAAARGH!! DEWA TOMAT SUDAH DATANG, SEMUA SAYURAN AKAN MUSNAH, DEMI APAAAA AMPUNI TOMAT-TOMAT KESUKAANKUUUU!!” *kalap dan latah* *masih memakai baju yang sama dengan kemarin*

Arval:
“....” *shock jantung juga lihat ada penghuni Taman Lawang nyasar di script drama ini* *langsung jejelin tomat satu keranjang, kesempatan mulut Renato terbuka* MATI KESELEKLAH KAU, WAHAI YANG SUDAH BERUSAHA MENCURI GAWANGKU TERCINTA!!

Renato:
“AAGSAHSGAJK—GAAKKHH— UOHOK UHOK!“ *saking semangat berusaha menelan, terbatuk, keselek* *langsung pingsan kurang oksigen*

Arval:
*tertawa terbahak-bahak dengan laknat, langsung apparate balik ke istananya*

*bekson petir menggelegar*

Narrator:
.... Oke. *speechless #2* Sang ratu bolot sudah berhasil membungkam Renato, dia terjatuh dan tidak sadarkan diri, hampir seperti mati. Namun wajahnya yang terlihat seperti bahagia karena bisa mati ketika memakan tomat membuat semua kurcaci yang menemukannya setelah pulang kerja sepakat untuk membuatnya menjadi display, dan menarik uang untuk setiap orang yang menonton badut Joker waria mati karena makan tomat.

Renato:
*dari balik panggung* “SIALAN LOE, NARATOR!!”

Narrator:
*cuekin Renato* *masukin Renato ke peti kaca yang jadi display dengan tulisan “Badut Keselek -5 galleons per person-“* Kemudian, dari kerajaan Dollars, datanglah seorang pangeran yang dipanggil juga dengan Henry Mat Adui Tan bin Mat Aker Anjang Pe Dophille Garside datang dari jauh setelah mendengar gosip palsu tentang adanya suatu makhluk yang di-display dan banyak emas di petinya. Ya, memang cerita ini makin lama makin menyimpang adanya, tapi biar sajalah. Makin nista DDR makin senang(?).

Henry:
*datang menaiki kuda poni yang sudah dimodifikasi jadi besar karena keterbatasan biaya* *bajunya baju biasa; seragam Hogwarts malah* “Hmm. Badut yang hancur.” *mengecek isi peti* “HEY, KENAPA TIDAK ADA EMASNYA!?”

Narrator:
Baca keterangannya dulu dong, kau harus mencium badutnya dulu baru berkilo-kilo emas kelu—

Henry:
“OGAH, AMIT-AMIT!!” *langsung horror*

Narrator:
Demi emas lho /setan

Henry:
“Uuuugghhh...” *lihat ‘mayat’ Renato dengan tampang eneg*

Dylan:
*dengan tampang troll out of nowhere dorong Henry ke petinya*

Henry:
WGUAAAAAHH—

*sound effect ‘chu’*

Renato:
*membuka mata, membatukkan tomat-tomat yang tersangkut di tenggorokannya* “........” *lihat siapa di atasnya*

Henry:
*mematung* *pecah* *jadi debu* *nyatu lagi* *pecah lagi* *jadi debu lagi* *ulangi 10 kali*

Renato:
*tendang Henry dengan sukacita* “KURANG BRENGSEK APA KAU, HEH!?”

Henry:
*ketendang* “WHAT THE FUCK—“

Kurcacis:
*bersiap nonton adu gladiator berdarah yang akan terjadi dengan semangat* *sudah sedia berbagai macam cemilan, sofa, dan minuman*

Narrator:
... Glek. Kacau nih *tutup tirai* Demikian ceritanya, pembaca. Pangeran Henry akhirnya mendapatkan ‘emas’nya yang bernama putri Renato-- *menghindari stiletto yang dilempar* dan Putri Renato terbangun dari ‘tidur’ panjangnya. Apa? Arval bolot? Well, dia sedang bersukacita dengan gawang tersayangnya di lapangan... Dan Emon sudah hidup kembali dan mendapati dirinya sedikit penyok di wajah, kemudian pergi mencari gadis untuk diperawani. Dan semua pun hidup dengan bahagia! *langsung lari dari scene sambil ngelempar sebuah papan yang bertuliskan--*


TAMAT
 

The Sims 3 Asylum Challenge [AH Version]

So, the bored me decided to finally checks The Sims 3 I just installed, and wondering what to do with them once I get to know things around it. I roams around a Harry Potter-based role-playing forum that I've been known for long, look for its 10 top ten posters overall...

And boom. They became the victim of my experiment. Their names are: Ignatius Hallward, Renato G. Abbot, Akira Yumetsuki, Frau Rainriver (my OC), Athena Adaire, Mark Hare, Levi Bennett, and Sonia Bennet. Together they create a... huge family of sims. And for the main player I decided to use Ignatius/Iggy.

Anyway, let's get on with it!

-=xXx=-


Oh, look what a happy family they are, checking their house-- wait. Where's Athena and Levi?


Oh... there they are.

Athena: Once upon a time, there's this one orange-coloured box ...


Oh, Renato


Athena, it's the blue badger, not the brown lion.


Iggy: *randomly rages at the compactor*


Frau: =B


Renato: Do you know this constellation?
Athena: Is it around Saturn?
Renato: Nah, more like... Near the shooting star


Renato: IT'S THE SATURN!!
Frau: Whoa, chill out, man


Frau: You rage's too bright for my eyes. You know? Like the sun. Oh yeah, like your visualization.


Renato: *searching for Emon's Rose of Eternally Raep*
Frau: *amused*


Levi: One, two.
Akira & Iggy: *reading together in peace*


RENATO, WHAT THE BLOODY HELL ARE YOU WEARING IN FRONT OF A LADY!?


Akira, Sonia, and Mark apparently thinking of Iggy. And very very tired. 
The one they're thinking about is currently re-telling the Legend of Zorro to Levi


... No comment. Really.


Look at how peaceful they were be--

WHAT THE HECK IS THAT?!


OH, AKIRA. I'M SERIOUSLY CANNOT STOP LAUGHING RIGHT NOW. AND THAT BUDDHA HAND.

-- To be continued, that's all for now folks!--

[FF Challenge] Arisato Minato x Frau Rainriver

A/N: Frau itu OCku dari forum AniHogwarts... Menyanggupi challenge seorang teman berjulukan Lenka dan akhirnya ngebablas sampai panjang banget. Walau belum sepanjang punya Yuu sih... Oh well. Expect some OOC-ness from Minato, dan juga fluff bertebaran serta cerita ngabal. Tidak R18 karena PM gak sanggup dan belom pernah bikin fanfic yaoi terang-terangan.

Disclaimer: Frau Rainriver (c) Daku. Arisato Minato (c) Atlus. Sisanya yang lupa disebutkan punya owner mereka masing-masing, cerita ini sih punya saya /dor

-=xXx=-


  “Persona?”  


Satu sesapan es jeruk membawa si biru pada kelegaan akan kerongkongannya yang kering setelah cukup lama berdiam. Dipandangnya akan sang insan di depan, tampak tengah mendengarkan lantunan musik dari kedua earphone yang terpaut di telinganya. Matanya terpejam, begitu damai seolah berada di suatu tempat yang menenangkan hatinya. Kemeja putih yang rapi terikat dasi dipadu dengan jaket yang tidak terkancing membungkus kulit pucatnya.

Satu anggukan disertai sepulas senyum. “Ya. Bagian dari dirimu yang lain. Lapisan 'wajah'mu yang berbeda.” Mata biru serupa dirinya membuka, dengan arahan agak tajam. Tampak kalem, namun serius. Disesapnya kopi pesanannya dengan tenang, seakan menunggu respon dari replika lugunya itu. “Um, seperti sifat yang berbeda?” Menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Frau membenarkan duduknya pada sofa cokelat yang nyaman itu. Berkebalikan dengan Arisato Minato; begitu pemuda di depannya memperkenalkan dirinya, dia memakai baju kasual yang simpel.

Jeans, T-shirt, dan dilengkapi satu setelan jaket untuk memperhangat diri di musim dingin ini. Suasana kafe yang damai dan tenang dengan warna beige mendominasi menambah aura cozy yang terpancarkan. Sedikit memperhatikan putih tempat gula di depannya, menelisik menu-menu selagi menunggu jawaban. Tindakan iseng tanpa makna.

Tawa tertahan. “Yah, bisa juga kau sebut begitu.” Entah kenapa, rasanya ada sesuatu yang lain dari apa yang dimaksud sang senior. Dijumpai di kafe pada sudut kota terpencil ini, barulah tujuh belas tahun usianya. Sepantar dengannya yang baru saja lulus dari sebuah kastil sihir bernama Hogwarts. Jujur, dia merindukan masa tujuh tahun silam itu. Penuh pengalaman, canda, tawa, dan duka. Teman-temannya telah berpencar menjalani hidup masing-masing.

Tinggallah dia sendiri, terpaku menatap langit—eh salah.

“... Percayakah kau akan takdir?” Pertanyaan yang membawanya sadar dari kenangan tak sadarnya. Frau bengong. Takdir… beberapa tahun lalu, dia mempercayai itu. Apakah dia masih mempercayainya sekarang, di saat dia bisa menentukan sendiri bagaimana jalan hidupnya? Bagaimanapun, ada beberapa hal yang memang tidak bisa diubah oleh manusia. Oleh karena itu, dia mengangguk. “Pertemuan kita di saat ini, sekarang, juga bisa disebut takdir. Kejadian yang tidak akan bisa terelakkan bagaimanapun kuatnya keinginan kita agar kejadian tersebut tidak terjadi.”

Sedikit lirikan akan seisi kafe. Tidak ada orang selain mereka, dan sang pemilik dengan santai tampak membersihkan gelas-gelas di balik counter. Rintik hujan membasahi jendela yang terletak tepat di sampingnya; mengaburkan pandangan akan jalanan di luar. Benar-benar suasana galau yang cocok untuk bunuh diri, syuting film horror, uji nyali di vila terpencil, atau uka-uka .

Kembali pada pemuda di depannya. “Arisato—“ “Panggil dengan Minato saja.” “Minato, apa kau seorang psikolog atau peramal?” Bertanya pada akhirnya, menuai gelak tawa dari pemuda tanpa ekspresi tersebut. Terkejut, sedikit terhenyak. Sedari tadi berbicara—dari setengah jam yang lalu, tetapi baru sekarang Minato benar-benar mengeluarkan ekspresi. Suatu keajaiban, atau memang ada yang benar-benar lucu dari pertanyaannya barusan?

“Frau. Boleh kan kupanggil begitu?” Kasual, Minato meletakkan cangkir kopinya dan tersenyum—damn, dia sungguh tersenyum!! – lembut. Mengangguk sebagai jawaban, masih bengong. “Nah, Frau.” Nada seperti orang yang telah banyak makan asam garam kehidupan. Dia melipat tangan, menutup mata sejenak sebelum kembali menatapnya. “Bagaimana kalau kukatakan aku adalah… Messiah?”

Satu semburan jus jeruk untuk cuci muka gratis. Bravo, Minato!

“M, maaf, Minato!!” Agak panik Frau menyeka mulutnya, seraya menyodorkan saputangan yang ditolak dengan gestur halus dari korbannya. Membersihkan jus jeruk yang menetes-netes dengan saputangannya sendiri, masih terlihat kalem. Luar biasa sekali kesabaran anak ini. “Tidak apa. Kau tidak sengaja.”

Re-take adegan.

“Messiah….?!” Frau bukannya tidak percaya, tetapi—messiah bagaimana?! Anak yang seumuran di depannya, Messiah? Penyelamat dunia? Selagi dia terbengong-bengong, Minato melihat jam tangannya dan mengerutkan alis. “Sudah hampir waktunya, di bagian ini…” Apa? Bagian apa, waktu apa? “Minato—“ “Frau, terserah padamu untuk mempercayai hal itu atau tidak. Maafkan, aku harus pergi sekarang. Terima kasih untuk perbincangannya.” Ucapan sang Rainriver terpotong oleh berdirinya orang yang baru mengucapkan hal yang sangat membingungkan itu di hadapannya.

Arisato Minato, baru ditemuinya pada hari ini. Dan bercengkerama karena kemiripan fisik mereka. Messiah? Entah bagaimana dia harus mempercayai hal itu—sepertinya Minato bukan pasien rumah sakit jiwa yang baru saja kabur. Dan yang jelas bukan kenalan keluarga Marshall ataupun Yumetsuki.

Belum sempat dia berkata lebih jauh, sosok itu sudah menghilang di tengah hujan. Suara bagaikan tv rusak itu seakan menghantuinya, berkedip sejenak untuk memastikan keberadaan yang tiada, sungguh-sungguh… Menghilang.

Tercengang. Bergumam, tampak agak kecewa dan sedih.

“… Minato, kau belum bayar kopimu…”


-=xXx=-


Satu lirikan untuk jam tangannya sendiri. Jarum panjang menunjuk di angka sepuluh, menemani sang jarum pendek yang hampir mencapai tujuannya di puncak lingkaran.

Sudah hampir tengah malam. Barulah lewat lima menit semenjak keberadaannya menjadi sendiri di kafe ini. Menghabiskan jus jeruknya (dan kopinya Minato sekalian; dasar nggak mau rugi), memandang hujan yang tinggal rintik-rintik. Tadi Minato bawa payung tidak, ya? Ingin rasanya bertemu lagi dan dikenalkan kepada teman-temannya. Pasti mereka menyangka dia memiliki saudara kembar, haha.

Menghempaskan tubuh dengan nyaman, menyandarkan diri dan mengamati titik-titik yang jatuh dari langit. Satu, dua, merembes dari atap dan turun ke bebatuan gelap. Beruntung lampu jalan terang benderang sehingga dia masih bisa pulang dengan aman…
Detik-detik berlalu menuju tengah malam. Memutuskan untuk beranjak dan pulang.


Pets

“…”

Mati lampu?

Menyipitkan matanya, mencoba menyesuaikan retina untuk menangkap cahaya. Dirogohnya saku celana dan lighter pun ternyalakan. Terdukung oleh cahaya kecil yang menerangi walau hanya sedikit, diarahkannya lighter itu ke dekat counter. Tidak terlihat apa-apa. Kemana sang penjaga? Tubuh kurusnya berdiri, menjejak menapak lantai.


    Pcak
    
… Apa ini basah-basah…?

Mengangkat kakinya, untuk melihat cairan kemerahan. Sontak membelalak. Lantai marmer yang tadinya bersih mengkilat, kini dipenuhi genangan-genangan cairan gelap mencurigakan. Berharap sangat dalam hati itu hanya saus tomat, agak gemetar mendekati tempat memesan. Tidak ada penjaga. Hanya sebuah peti mati, berdiri kokoh dalam diam. Makin gemetar, menelan ludah. Oke, Frau. Kau harus menenangkan diri. Ini pasti ada penjelasannya—bukankah kau sudah melewati tujuh tahun penuh kejadian yang sulit untuk dijelaskan?

Keluarkan tongkat sihir dari saku dalam. “Lumos.” Bibirnya bergetar ketika menyebutkan mantera dasar yang sudah cukup lama tidak dirapalnya itu; berapa, sebulan, dua bulan? Helaan napas lega ketika cahaya terang tercipta dari ujung tongkat berintikan surai Unicorn miliknya. Mengarahkan tongkat menjauh; tidak terlihat jarak 10 meter ke depan. Apakah dia harus merapal Lumos Maxima? Tidak, terlalu beresiko.

“Permisi!”

Seruan yang dibalas dengan keheningan. Mengapa tidak ada yang menjawab? Mengapa lampu jalan di depan juga mati? Mengapa langit di luar jendela menjadi semburat hijau, dengan bulan yang lebih memberikan warna hijau yang terang? Apakah sinar mentari telah berubah? Apakah—Voldemort yang melakukan ini semua?

Tapi tidak masuk akal. Ini di daerah pinggiran London. Untuk apa dia merecoki dunia Muggle, di saat para Auror tengah berusaha sekuat tenaga mereka menyerbu para Death Eaters; diam-diam berharap agar teman-temannya yang mengikuti jalan yang mereka pilih sendiri itu tidak turut terbunuh. Berharap orang yang dicintanya tidak apa-apa. Berharap Voldemort segera bertobat dan menjadi orang yang berbakti kepada nusa, bangsa, dan negara, serta rajin menabung dan mencuci. Permintaannya yang terakhir itu agak absurd dan sangat mustahil, but it won’t hurt to hope.

Yang bisa dia lakukan hanya keluar dari kafe tersebut, setelah meletakkan pembayaran sejumlah yang dikeluarkan. Tidak ada orang dan mati lampu, bukan berarti dia boleh seenaknya pergi tanpa membayar.

Bisa kena karma.

-=xXx=-


Harusnya dia berjalan pulang dengan aman dan nyaman, lalu setelah mandi air hangat, sikat gigi, dan makan malam, dia bergelung di balik selimut tebalnya yang nyaman. Yah, harusnya.

Lacarnum Inflamarae!

TAPI YA KENAPA DIA MALAH DIKEJAR-KEJAR MAKHLUK MENJIJIKKAN YANG MIRIP CENDOL INI, YA TUHAAAAN!!

SETELAH MELONTARKAN MANTERA API TERSEBUT—ups lupa matiin capslock, bisa didengar teriak kesakitan dan lenyapnya makhluk hitam tersebut ke udara. Ke udara, saudara-saudaraku. Apa gerangan makhluk yang seperti jeli dan ketika dibunuh malah lenyap tak berbekas? Entahlah. Dan wujudnya aneh-aneh; sejauh ini dia sudah dikejar jeli hitam, gagak berukuran raksasa, serta makhluk yang mirip timbangan. Dan semuanya lenyap oleh lacarnum—walau ada yang baru hilang setelah diguyur Aguamenti. Dia makin bingung, takjub, dan keheranan.

Dan mulai capek. Mungkin seharusnya dia olahraga lebih sering lagi.

L, Lacarnum Inflamarae!” Setelah memusnahkan monster jenis baru—BENTUKNYA TANGAN, OH MY GOD—yang mengejarnya, keringat berpeluhan menyusuri wajahnya diikuti engahan napas. Ah, entah dia harus lari kemana. Peti mati bertebaran di sepanjang jalan, genangan darah dimana-mana, tanpa ada seorangpun manusia atau makhluk hidup. Dan yang hadir hanyalah monster-monster yang berusaha menyerangnya itu. “Scourgify…” Rapalan untuk lengannya yang berdarah terkena serangan.
Ini bahaya. Kemanakah semua orang? Apakah mereka diserang makhluk yang mengejarnya? Dan kalau iya, mengapa tidak ada tubuh mereka? Mengapa hanya ada peti-peti mati? Dan genangan-genangan darah itu…

Mendadak, dia merasa sangat sendirian di dunia ini.

Satu gerakan di belakangnya, dan dia terlempar ke dinding bata terdekat. Keras. Sakit. Sekujur tubuhnya lelah. Tapi dia harus tetap bergerak. Mengacungkan tongkat. Switch-and-flick. “Bombarda!!” Ledakan, kemudian suara memekik. Menghela napas lega, bersandar ke dinding untuk beristirahat barang sejenak.  

Binar biru membelalak melihat adanya makhluk lain di balik makhluk yang baru saja dia musnahkan itu.

Stupe—“ Serangan menjadi suara tercekik seketika. Sulur yang mendadak menjerat leher dan mulutnya begitu erat dan tidak bisa dilepaskan. “Ngmf—“ Meronta, panik. Tidak. Kakinya terayun di udara, memberontak. Kali ini makhluk yang bisa terbang, menyerupai cumi-cumi. Ah, iya. Dia sudah belajar melakukan mantera tanpa merapal.

Tapi dengan tangannya terjerat seperti ini, bagaimana dia bisa mengayunkan tongkat!?

Gerakan liarnya mulai terhenti karena kurang oksigen, dengan lemah menatap ujung tajam sulur yang sebentar lagi akan menancap di tubuhnya. Monster sialan, dia tidak mau mati disini… Di tangan makhluk tidak jelas ini. Membelalak melihat tujuan akhir benda tajam tersebut: Jantungnya. Sementara jeratan di leher semakin erat; membuyarkan fokusnya menyusun rencana di detik-detik yang sangat penting itu.

Inikah… akhir hidupnya?

Hal terakhir yang dilihatnya sebelum semua menjadi gelap, adalah sebuah teriakan dengan suara yang familiar dengan dirinya.

-=xXx=-


“BASH!!”

Seiring harpa Orpheus menghancurkan shadow yang menahan ‘kembaran’nya tersebut, lekas Persona-user ex-SEEDS Leader itu menangkap tubuh yang terjatuh. Pingsan, tapi masih bernapas. Menghela napas lega tanpa disadarinya, Orpheus menghilang seiring waktu kembali berjalan. Dark Hour; jam keduapuluhlima yang tersembunyi di sela-sela antara akhir dan awal hari; telah selesai.

Tidak disangkanya Frau berpotensi untuk mempunyai persona juga, batinnya seraya memperhatikan anak yang lebih kecil darinya itu. Dan kalau benar dia mempunyai persona, segala hal akan jadi lebih rumit lagi. Tadi dilihatnya dia menyerang salah satu dari shadow yang ada…

Dengan tenang melangkah ke apartemennya, membawa Frau pada bahunya. Mungkin dia bisa bertanya-tanya lebih lanjut setelah anak ini sadar.

-=xXx=-

Kedipan mata membawa sinar pada binar birunya. Memejamkan mata erat karena tidak terbiasa, perlahan Hufflepuff biru itu membawa dirinya duduk. Tenggorokannya terasa sakit… Dia bisa merasakan garis tipis yang terbentuk melingkari lehernya. Ugh. Kejadian itu benar-benar mimpi buruk.

Waitasecond.

Menegakkan diri, sekaan baru menyadari sesuatu. Sebelum disusul dengan rasa sakit yang menjadi di dalam lehernya. Terbatuk keras, samar mendengar langkah kaki yang mendekat. Siapa? Waspada ditingkatkannya; apakah salah satu dari makhluk tadi?

“Sudah bangun?”

Ah.

“Minato…?” Suara parau mengisyaratkan keheranan, saat pemuda itu duduk di tepi ranjang. Ranjang? Ini… Apartemennya? Bagaimana bisa? Seingatnya tadi, sebelum dia pingsan, dia hampir tertusuk oleh suatu monster…

Berkedip. “Kau yang menolongku…?” Terperangah. Hanya mendapat senyum ramah, dan sebuah anggukan. “Untunglah kau tidak apa-apa.” Ucap Minato, menepuk kepala Frau perlahan. Yang disentuh hanya diam saja, tidak menghindar. “Tapi nyaris saja… Tidak kusangka kau memiliki potensial.” Kali ini Frau mengerjap kebingungan. Potensial? Potensial apa? Menerima gelas berisi air yang disodorkan replika dirinya, perlahan meneguk isi. Ah, lebih baik. Kering tergantikan kelegaan. Sekarang menatap, menuntut penjelasan.

 “Makhluk-makhluk itu…” Bergumam pelan. Itu pertanyaan, bukan pernyataan. Apakah Minato mengetahui mereka? Sepertinya ya, karena bisa dilihatnya raut wajah tenang yang menjadi serius. “Sepertinya aku harus bercerita dari awal, ya…” Dibalas dengan sebuah gumaman lain. Dan dilihatnya Minato merogoh saku dalamnya, seperti akan mengambil sesuatu.

Pistol.

Dan ditodongkan ke kepalanya sendiri.

EHTUNGGUDRAGONOHMYGOD—

“Persona!” Belum sempat Frau berteriak, mentackle Minato, merapal suatu mantera, atau meracau panik… Pemicu pistol terlanjur ditarik dan dia bisa mendengar suara ledakan.

Menutup mata erat-erat, sedetik dua-detik berlalu. Ah, apakah dia tidak berguna? Lihat saja, teman barunya bunuh diri di depan mata. Tubuhnya gemetar hebat. Tidak, dia tidak mau melihat. Ya, dia memang pengecut. Tapi dia tidak mau menyaksikan kematian—

Guncangan pada bahu. “Frau. It’s okay, I’m not dead.” Suara lembut membuatnya perlahan membuka kelopak mata. Biru terbuka lebar melihat keberadaan di belakang Minato. Mirip dengannya—dengan mereka. Harpa besar terkait di punggungnya, terlihat tenang melayang. Wajah biru. Rambut putih keperakan.

“Apa—“ “Orpheus. Personaku.” Genggaman pada bahu dilepas setelah dia berhenti gemetar. “Kekuatan dalam diri yang termanifestasikan menjadi nyata… Itulah yang aku—kami, sebut persona.” Tersirat nada sedih saat dia menyebut kata kami, yang membuatnya memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh. “Makhluk yang menyerangmu disebut shadows… Yang hanya bisa diserang oleh pengguna Persona. Dan kau…” Sedikit bergidik saat jari kurus menunjuk dadanya. “Mempunyai potensi untuk memilikinya.”

Senyuman puas terlihat.

“A, aku…” Terbata. Haruskah dia menjelaskan mengenai kemampuan sihir yang dimilikinya? “Aku tidak… Mempunyai persona. Kemarin aku hanya menyerang mereka menggunakan… Menggunakan…”

Ngaku saja, deh. “Aku penyihir…” Berkata pasrah, siap dengan segala caci-maki ataupun raut wajah dan jerit ketakutan. Lebay kau, Frau… Bereaksi juga nggak sampai segitunya kali. “Oh.” Hanya disambut jawaban super pendek, disusul dengan Minato yang mengubah posisi duduknya menjadi lebih dekat. “Lalu, kenapa?”

“Eh? Kau… Tidak takut…?” Tercengang, wajahnya sedikit memerah polos ketika kembarannya itu mendekatkan wajah hingga hidung mereka hampir bertemu. “Jack Frost has magic. What is there to be afraid of?”

Kalau dilihat lagi, mereka tidak begitu serupa. Warna mata Minato lebih gelap, lebih kelam. Dan di samping tubuhnya yang kurus pucat, ada otot yang terbentuk. Mata mengamati, tidak menyadari tubuhnya perlahan didorong berbaring. Disusul selimut yang menyelimuti.

Menoleh bingung. Seperti biasa, hanya ada senyuman.

“Tidurlah. Kau pasti lelah, ini baru pukul tiga pagi.” Usapan lembut pada helainya, membuat tubuh di balik selimut itu semakin rileks dan tenang. Kantuk mulai melingkupinya, menyunggingkan seulas senyum balik. Ah iya, dia belum mengatakan hal yang paling penting untuk diucapkan…

“Thanks… Minato.”

Rasa hangat pada bibirnya, gerai halus rambut yang bertekstur kasar menutupi wajah. Kejadian yang berlangsung hanya beberapa detik, namun terasa sangat lama. Nyaman, hangat.

Suara kecupan terlepas. Membelalak merah. Sangat merah. Seringai kecil terpantul di binar birunya.

Your welcome… Frau.”

.

Klap.

.
-=xXx=-

.

.
Fool social link has been established.

Tenjirella






Disclaimer: All of the characters of Gotei 13 and Cinderella story belongs to their respective owners. JANGAN BANTAI SAYA!! *kabur*

----------------------------------------------------------------------------------



Tenjirella

Jadi pada suatu ketika di pedalaman Rukongai, adalah seorang bangsawan yang namanya tidak terlalu penting untuk disebutkan, mempunyai seorang anak bernama Tenjirella. Sang ayah pergi jauh karena harus membantai Hollow dan sang ibu sakit-sakitan. Nama aslinya sebenarnya Tenjirou, but for the sake of the story namanya jadi Tenjirella. Sang ibu BeVisko, yang sangat mencintai Tenjirella sebagai anaknya sendiri, akhirnya menghembuskan napas terakhir. Sang ayah yang tidak tahan melihat Tenjirella sendirian di rumah pun akhirnya menikah lagi dengan seorang janda bernama Fuurin, dengan anak tirinya: Mustafy dan Vodeteko. 

Sang ibu tiri Fuurin sangat iri dengan laser beam Tenjirella, sehingga setiap hari menyuruhnya ngebabu di rumah. Mustafy yang baik hati sesekali membantunya, sedangkan Vodeteko kerjanya makan saja. Tenjirella tidak melaporkan pada ayahnya yang pulang setahun sekali bukan karena dia baik, tetapi malas. Toh hollow-hollow yang dia sendiri tangkap bisa dibabukan.

Pada akhirnya suatu hari, jeng jeng... Raja Soul Society, Kazuma, mengadakan pesta dansa untuk putra jomblonya tersayang, Felice. Fuurin yang ambisius dengan seenak jidat menyuruh Vodeteko dan Mustafy untuk ikut, sementara Tenjirella masih santai main shogi sendiri tanpa peduli.

Tapi setelah mendengar kalau ibu tirinya berniat mengambil alih tahta kerajaan, Tenjirella memutuskan untuk tidak tinggal diam. Dia akan mengorbankan diri demi Soul Society!

Pada malam pesta, Tenjirella disuruh mengerjakan paperworks tiga puluh rim supaya dia tidak mengikuti pesta dansa tersebut, sementara Mustafy dan Vodeteko yang sudah terlihat (sedikit) cantik dengan gaun dan dandanan mereka pun berangkat bersama Fuurin. Tenjirella yang malas pun membakar semua paperworks itu, dan langsung bershunpou ke istana-- ketika dia menyadari seluruh pintu dirantai dengan rantai penahan aura raksasa. Mantaf.
Di saat Tenjirella sedang kebingungan dan nestapa, mendadak sebuah cahaya yang sangat terang menyilaukan memenuhi ruangan. Dari cahaya itu, muncullah... Parvy Godmother!

Parvy Godmother yang baik hati dan tidak memberikan rikues aneh-aneh langsung saja memberikan sebuah jubah hitam untuk menyamar, menghancurkan rantai-rantai yang mengekang reiatsu Tenjirella dan menyuruhnya bershunpou menuju kastil kerajaan. Tidak lupa diberikan pada sepasang kaki Tenjirou, klompen dari timah agar penjaga gerbang mengira langkahnya suara kaki kuda. Tidak lupa diberitahukan mengenai deadline jam 12 malam, karena itu Dark Hour-- maksudnya, sihirnya sudah tidak akan ngefek lagi.


-klak-klok-klak-klok-

Sesampainya di sana, Tenjirella yang dengan bodohnya menjeblak masuk lewat pintu depan pun menarik perhatian semua orang dengan laser beam dan jubah hitamnya itu. Bahkan sang pangeran juga tertarik; dia jatuh cinta pada pandangan pertama! Sebelum sempat Tenjirella memperingatkan sang raja yang kelewat nyantai tentang apapun, dia sudah keburu diajak menari Flamenco oleh sang pangeran. Bunyi ketoplakan dan jubah hitam berkibar pun menghiasi malam pesta dansa itu.  

Sampai bunyi jam yang menunjukkan pukul 12 malam; bunyi "KRIIIIIING" bagai alarm; merusak segalanya. Segera Tenjirella bershunpou secepat kilat; tapi karena terlalu cepat, salah satu klompennya ketinggalan. Pangeran pun segera memerintahkan untuk mencari yang kakinya sesuai dengan klompen itu; pria maupun wanita. Tentu saja dia sampai pada rumah Tenjirella pada akhirnya.

Setelah berantem sana-sini dan akhirnya dengan paksa sebelah klompen yang masih ada pada Tenjirella dipakai untuk menghajar Fuurin dan Vodeteko olehnya. Mustafy sendiri ada di pojokan menonton dengan tenang. 
Tenjirella pun membeberkan semua rencana busuk ibu tirinya pada sang raja, yang hanya tertawa dan menyuruh Fuurin disekap selama 3 hari menonton seluruh season Star Wars berturut-turut. Vodeteko dijadikan tukang makan makanan sisa istana, dan Mustafy dijadikan penasihat kerajaan.

Tenjirella dan Felice pun akhirnya menyadari kalau mereka cocok; sangat cocok sebagai pasangan, dan tiada hari tanpa bisikan penuh madu serta sparring penuh kasih dari mereka; dan juga acara membantai Hollow bersama. Ayah Tenjirella juga turut diboyong ke istana sebagai pelayan pribadi raja.


-=THE END!=-

Summary Super Random

Summary penpik yang didapat dari kenistaan Pair DDR (yay)
-The characters are belong to their respective owners-

1. XerxesxKanui

"Here, brat." Pria bersyal itu melepaskan pipa penuh racun yang tadi dihisapnya, dan menempatkannya di mulut anak berambut biru itu. Mata bocah itu membelalak, tanpa sengaja menghisap sekepul asap. tentu saja, dia terbatuk-batuk. Yang lebih tua malah memasang cengiran penuh arti, sebelum menepuk pelan kepala juniornya. "Bagaimana?" "... Kepalaku... -uhuk- rasanya melayang, kita terbang ya?" Jawaban kacau diterima. Terkekeh, Xerxes pun mendekat, melepaskan pipa tersebut dari mulut sang junior. Merengkuh leher rapuh itu dari belakang, sebelum menautkan kedua pasang lembut mereka dalam satu tarikan napas...

2. AkiraxFilch

Kena lagi. Bocah berhelai hitam itu hanya melengos, duduk sembari menaikkan kakinya ke meja pengurus sekolah itu sebelum dia datang. Tidak sopan? Dia bisa kena detensi lebih lanjut? Like he cares, heh. Dipandangnya sekeliling, rupanya banyak barang menarik disini. Kira-kira apa yang menarik yang bisa ditemukannya disini ya? Nyengir sedikit, sebelum beranjak menuju meja. Hmm, botol tinta, perkamen, buku-buku sihir tak jelas.... Meraih sebuah buku berwarna cokelat tua yang sudah pudar. Membukanya dengan malas, dan buku itu dihiasi curhatan panjang. Ternyata yang ditemukannya adalah jurnal harian si tua itu, heh? Terkekeh, sebelum iris merah menangkap satu kalimat. Ditulis seminggu lalu, menurut tanggalnya. Mengerutkan kening, dia memutuskan untuk membacanya lebih lanjut. 'Anak sialan itu datang lagi. Sampai kapan dia mau kena detensi terus, dasar brengsek. Aku jadi harus memalingkan mukaku setiap melihatnya, membuat repot saja. Yah, yang penting dia tidak boleh tahu kalau aku suka padanya. Ya benar, aku jatuh cinta pada seorang bocah Slytherin sok tahu, yang bernama Yumetsuki Akira. Asalnya dari Jepang atau manalah, aku tak peduli. Sepertinya mulai sekarang aku harus rajin-rajin jaga jarak darinya.... meh. Merepotkan... Sial.' ... Mulut separuh terbuka, nampaknya dia shock. Kemudian terdengar suara daun pintu terbanting, membuatnya membalikkan badan dengan buku masih ada di pegangan. Dia.... Yang baru-baru ini menarik perhatiannya. Si Filch yang membuat iritasi pemandangan sekitarnya. Si Filch yang dibenci oleh seluruh siswa. Si Filch yang... Bisa membuatnya tertawa kesenangan secara alami. Yang dipandang, hanya bisa membelalak. Mengetahui rahasianya terungkap begitu saja, apakah dia harus menghilangkan ingatan bocah itu? Tidak, dia harus memberitahunya sekarang, dia tidak mau menahan perasaan aneh ini lebih lama lagi...

----------

Segini dulu (yay) *KABUR*

Kisi-kisi Sejarah

 Pilihlah Salah Satu Jawaban yang Paling Tepat !

1. Istilah sejarah berasal dari bahasa Arab, syajarotun yang berarti pohon. Sedangkan ilmu sejarah dalam bahasa arab dikenal dengan istilah…
A. Syariat
B. Hikayat
C. Riwayat
D. Tarikh
E. Fiqh

1. Berikut adalah ciri-ciri peristiwa yang dapat digolongkan sebagai peristiwa sejarah, kecuali ...
A. Peristiwa tersebut menyangkut kehidupan manusia.
B. Peristiwa tersebut terjadi pada masa lampau
C. Peristiwa tersebut berpengaruh besar pada zamannya dan zaman-zaman berikutnya.
D. Peristiwa tersebut terjadi berulang-ulang.
E. Peristiwa tersebut hanya sekali terjadi.

2. Penulisan sejarah yang tidak sesuai dengan urutan waktu sehingga menimbulkan pemahaman yang keliru terhadap kisah sejarah disebut ...
A. einmaligh
B. anakronisme
C. kontinyuitas
D. historiografi
E. rekonstruksi

3. Seorang tokoh yang berkebangsaan Yunani yang dianggap sebagai “The father of History” adalah …
A. Aristoteles
B. Hipocrates
C. Cicero
D. Socrates
E. Herodotus

4. Manfaat-manfaat yang dapat dipetik dari mempelajari sejarah adalah sebagai berikut, kecuali …
A. Dengan belajar sejarah kita dapat menilai peristiwa-peristiwa yang merupakan keberhasilan dan peristiwa-peristuwa yang merupakan keberhasilan.
B. Sejarah dapat menjadi guru yang baik.
C. Sejarah merupakan ingatan kolektif suatu bangsa yang dapat memperkokoh rasa cinta tanah air.
D. Dengan belajar sejarah kita dapat meramal peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang.
E. Dengan belajar sejarah dapat memberikan kesadaran akan “waktu” yang terus berjalan.

5. Sejarah dapat menjadi penghubung antara generasi sekarang dengan generasi sebelumnya melalui…
A. Kisah-kisahnya
B. Pengaruh-pengaruhnya
C. Peninggalan-peninggalannya
D. Dokumen-dokumennya
E. Gagasan-gagasannya

6. Yang dimaksud dengan kritik intern terhadap peninggalan sejarah adalah…
A. Kritik terhadap isi dari suatu peninggalan sejarah.
B. Kritik terhadap keaslian suatu peninggalan sejarah.
C. Kritik terhadap ketuaan suatu peninggalan sejarah.
D. Kritik terhadap obyektifitas penyusunan kisah sejarah.
E. Kritik terhadap kebenaran penyusunan kisah sejarah yang dilakukan seorang sejarawan.

7. Subyektifitas dalam penyusunan kisah sejarah sulit dihindari oleh seorang penulis sejarah. Hal ini disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut, kecuali …
A. Setiap penulis sejarah memiliki latar-belakang kebudayaan yang berbeda-beda.
B. Setiap penulis sejarah memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
C. Setiap penulisan sejarah memiliki tujuan yang berbeda-beda.
D. Setiap penulis sejarah memiliki sumber-sumber sejarah yang berbeda tentang suatu peristiwa sejarah yang sama.
E. Setiap penulis sejarah memiliki latar-belakang idiologi yang berbeda-beda.

8. Pelopor penelitian manusia purba Indonesia adalah …
A. Von Koenigswald
B. Van Reischoten
C. Ter Haar
D. T. Jacob
E. Eugene Dubois

9. Fosil manusia purba yang ditemukan pada lapisan dan fauna Ngandong adalah …
A. Meganthropus Paleojavanicus
B. Pithecanthropus Robustus
C. Pithecanthropus Erectus
D. Pithecanthropus Soloensis
E. Homo Wajakensis

10. Jenis alat batu yang banyak ditemukan pada kebudayaan Pacitan dari zaman Batu Tua adalah …
A. Peble
B. Chopper
C. Flake
D. Hache Courte
E. Candrasa

11. Salah satu ciri penting kebudayaan Paleolithikum di Indonesia adalah …
A. Manusia memproduksi makanan dengan cara bercocok tanam
B. Manusia hidup berburu dan meramu
C. Manusia hidup dengan cara berladang berpindah-pindah
D. Manusia membuat alat-alat dari logam
E. Manusia hidup di pesisir dengan cara mengumpulkan kerang

12. Agama Hindu lahir setelah terjadi sinkritisme antara…..
A. Kebudayaan India dengan Pakistan
B. Kebudayaan Indonesia dengan India
C. Kebudayaan Dravida dengan Arya
D. Kebudayaan Dravida dengan Moghul
E. Kebudayaan Arya dengan Moghul

13. Tujuan terbentuknya kasta dalam masyarakat Hindu di India adalah.....
A. Untuk membedakan bangsa pendatang dengan penduduk asli
B. Membedakan bangsa kulit putih dan hitam
C. Untuk membedakan masyarakat kota dan desa
D. Untuk menjaga kemurnian ras arya
E. Untuk membedakan status golongan masyarakat

14. Orang yang melanggar aturan kasta bisa dikeluarkan dari kastanya. Mereka ini disebut.....
A. Paria
B. Out caste
C. Budak
D. Samsara
E. Karma

15. Teori yang menyebutkan agama Hindu di Indonesia dibawa para pedagang adalah.....
A. Teori Brahmana
B. Teori Ksatria
C. Teori Waisya
D. Teori Sudra
E. Teori Paria

16. Kerajaan Hindu pertama di Indonesia adalah.....
A. Kutai
B. Tarumanegara
C. Mataram
D. Sriwijaya
E. Holing

17. Pendiri dinasti kerajaan Kutai adalah.....
A. Kudungga
B. Mulawarman
C. Asmawarman
D. Purnawarman
E. Adityawarman

18. Upacara Aswamudha yang pernah dilaksanakan oleh kerajaan Kutai terjadi pada masa pemerintahan.....
A. Kudungga
B. Mulawarman
C. Aswawarman
D. Purnawarman
E. Adityawarman




19. Selain ditemukan beberapa prasasti sebagai bukti berdirinya kerajaan Sriwijaya ditemukan juga bukti dari berita Cina yaitu tentang pendeta Budha yang bernama.....
A. Huang Ti
B. I Tshing
C. Fa Shien
D. Meng Tsi
E. Ike Me She

20. Pada abad ke 10 tejadi perpindahan kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur, hal ini disebabkan oleh.....
A. Menjauhkan diri dari serangan Wura-wari
B. Menjauhkan diri dari serangan Tarumanegara
C. Merjauhkan diri dari serangan Nalanda
D. Menjauhkan diri dari serangan Sriwijaya
E. Menjauhkan diri dari serangan Kalingga

21. Ken Arok menyatakan dirinya sebagai keturunan Siwa dan mendirikan dinasti Girinda dengan tujuan.....
A. Membentuk kepercayaan rakyat kepada diri dan keturunannya
B. Menguasai seluruh nusantara sebagai jajahannya
C. Mempercepat penguasaan daerah-daerah sekitar Singasari
D. Membentuk kerajaan yang kuat dan makmur
E. Meperkuat kekuasaannya di pulau jawa

22. Kerajaan Majapahit didirikan pada tahun 1292 oleh raja.....
A. Jaya Katwang
B. Raden Wijaya
C. Kertajaya
D. Jayanegara
E. Ardhyaraja

23. Sumpah palapa yang di ucapkan oleh Gajah Mada tahun 1331 bertujuan untuk.....
A. Membebaskan desa-desa dari pajak
B. Memerintahkan peperangan
C. Menata sistem pemerintahan
D. Mengangkat derajat Majapahit
E. Menguasai seluruh Nusantara

24. Peristiwa perang Bubat adalah perang antara kerajaan Majapahit dengan kerajaan.....
A. Singasari
B. Pajajaran
C. Kediri
D. Sriwijaya
E. Daha

25. Faktor agama Islam berkembang pesat sejak abad-13 adalah.....
A. Islam bersifat terbuka dan penyebarannya dapat dilakukan oleh setiap orang Islam
B. Penyebaran Islam dilakukan secara damai
C. Islam tidak membedakan kedudukan seseorang di dalam masyarakat
D. Para ulama merupakan perantara manusia kepada Tuhan yang disembahnya
E. Ajaran Islam berupaya untuk menciptakan kesejahteraan kehidupan manusia

26. Disamping seni sastra yang berkembang pada zaman Islam, juga terdapat kitab Suluk. Kitab suluk Sukarsa berisi cerita tentang.....
A. Wejangan-wejangan Sunan Bonang kepada Wujil
B. Seseoarng mencari ilmu untuk kesempurnaan
C. Mengagungkan orang yang telah mencapai kesempurnaan
D. Wejangan para sunan di dalam menyebarkan agaa Islam
E. Wejangan Sunan Kalijaga kepada Sultan Demak

27. Tujuan pasukan kerajaan Demak menduduki pantai utara Jawa adalah.....
A. Menyebarluaskan agama Islam
B. Menghalangi hubungan Pajajaran dengan Portugis di Malaka
C. Menghalangi hubungan perdagangan kerajaan Pajajaran
D. Untuk mendesak kekuasaan Pajajaran
E. UengIslamkan kerajaan Pajajaran

28. Tujuan pasukan Kerajaan Mataram atas perintah Sultan Agung menyerang Batavia adalah.....
A. Mengusir Belanda dari Batavia
B. Menguasai jalur perdagangan yang berpusat di Batavia
C. Membantu rakyat dalam menghadapi tindak kekerasan
D. Mencapai cita-cita menguasai seluruh pulau Jawa
E. Belanda menjadi saingan kerajaan Mataram


29. Sultan Hasanuddin membantu rakyat Maluku menghadapi Belanda dengan tujuan.....
A. Mendukung perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda
B. Agar rakyat Maluku dapat menjalan perdangan bebas
C. Melampiaskan kebencian Sultan Hasanuddin kepada Belanda
D. Mengusir Belanda dari Maluku
E. Memperkuat hubungan antara kerajaan Makassar dengan Maluku

30. Bangsa Spanyol dan Portugis melakukan penjelajahan samudera dengan tujuan untuk.....
A. Mencari pusat rempah-rempah
B. Melakukan penjajahan
C. Memerangi kekuasaan Islam
D. Merebut kekuasaan Islam
E. Memperoleh keuntungan dalam jumlah besar

31. Gerakan nasionalisme yang terjadi di Asia Afrika adalah sebagai akibat.....
A. Lemahnya kekuasaan pemerintah kolonial
B. Hilangnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah
C. Keinginan untuk mencapai kebebasan
D. Rasa tidak puas akan kemewahan kaum imperialis
E. Kemajuan pendidikan rakyat di Asia dan Afrika

32. Faktor eksternal yang mendorong keberanian bangsa Indonesia terhadap kekausaan imperialisme adalah.....
A. Makin membaiknya taraf hidup rakyat pribumi
B. Liberalisme yang dianut oleh pemerintah Belanda
C. Lahirnya sikap patriotisme
D. Kemenangan Jepang melaelawan Rusia dalam perang tahun 1905
E. Munculnya golongan cendikiawan dari rakyat Indonesia

33. Meskipun Budi Utomo (BU) didirikan lebih awal sejak tahun 1908, namun Sarekat Islam (SI) yang didirikan tahun 1911 jauh lebih berkembang karena.....
A. BU bersifat kedaerahan, SI bersifat nasional
B. BU mendapat tekanan keras dari pemerintah Belanda
C. BU terdiri dari kaum bangsawan
D. SI menguasai media massa waktu itu dan mendapat bantuan dari negara-negara Arab
E. BU anggotanya terdiri dari orang pribumi dan keturunan Indo-Belanda

34. Lahimya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908, tidakterlepasdariperistiwa luar biasa yang terjadi di Asia, yaitu ...
A. Kemenangan Jepang atas Rusia
B. Perang Jepang-Korea
C. Perang Cina-Jepang
D. Perang Dunia I
E. Perang Asia Timur Raya

35. Dari pernyataan di bawah ini di antaranya merupakan tokoh "Tiga Serangkai" yang mendirikan Indische Partij.
1 Dr. Sutomo
2 Douwes Decker
3 Dr. Wahidin Sudirohusodo
4 Ki Hajar Dewantara
5 Dr. Cipto Mangunkusumo

Sebutkan nama tokoh tiga serangkai tersebut ...
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 2, 3, dan 4
D. 3, 4, dan 5
E. 1, 4, dan 5

36. Sistem kerja paksa yang diberlakukan pada masa militer Jepang berkuasa di Indonesia adalah.....
A. Tanam paksa
B. Jugun ianfu
C. Stelsel periangan
D. Cultur stelsel
E. Romusha

37. Tujuan dibentuknya BPUPKI adalah.....
A. Mempersiapkan proklamasi kemerdekaan
B. Mempelajari hal-hal penting mengenai dasar dan tata pemerintah Indonesia merdeka
C. Merealisasikan janji-janji kemerdekaan Indonesia oleh Jepang
D. Merumuskan tujuan dasar negara Indonesia bersama Jepang
E. Menyusun pembentukan negara kesatuan republik Indonesia

38. Inflasi yang sangat parah menimpa negara republik Indonesia yang baru merdeka. Hal ini disebabkan…..
A. Indonesia belum memiliki dan menerima pendapatan negara
B. Ekonomi Indonesia masih dikuasai oleh pengusaha asing
C. Indonesia belum memiliki mata uang sendiri sebagai alat tukar
D. Uang rupiah Jepang beredar secara tidak terkendali
E. Hilangnya mata uang Hindia Belanda dari peredaran

39. Pemerintah Indoneai pada bulan Oktober 1946 memberlakukan mata uang ORI karena.....
A. Diberlakukannya uang NICA oleh Belanda
B. Naiknya nilai tukar uang dollar
C. Terjadinya krisis moneter
D. Uang Jepang ditarik oleh sekutu
E. Upaya mengatasi kekacauan oleh ekonomi

40. Salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk mengisi kas negara pada awal kemerdekaan adalah.....
A. Menasionalisasikan De Javanesche Bank
B. Mendevaluasi mata uang rupiah
C. Sistem ekonomi gerakan benteng
D. Penyelenggaraan pinjaman nasional
E. Mendirikan Bank Tabungan Negara

41. Kebijakan yang melarang pemotongan hewan ternak yang bermanfaat bagi pertanian merupan isi dari.....
A. Rencana Marshall
B. Gerakan Benteng
C. Plan Kasimo
D. Plan Sumitro
E. Plan Tjokrowardoyo

42. Maklumat pemerintah yang dikeluarkan tanggal 3 Nopember 1945 merupakan maklumat politik yang ditandatangani oleh wakil presiden Moh. Hatta, tujuannya adalah.....
A. Menyiapkan anggota-anggota yang duduk di lembaga legislatif
B. Menunjukkan bahwa Indonesia sebuah negara demokratis
C. Menghimpun kekuatan dari partai-partai yang mendukung pemerintah
D. Mengawasi gerak-gerik tokoh politik yang anti pemerintah
E. Menghindari terjadinya pertikaian politik di negara Indonesia

43. Alasan Amir Syarifuddin meminta pemerintah membatalkan perjanjian renville adalah.....
A. perundingan tersebut bukan perundingan antara Indonesia-Belanda
B. perundingan tersebut mudah dilanggar pihak Belanda
C. perundingan tersebut memojokkan partai komunis
D. perundingan tersebut tidak bisa mendamaikan Indonesia dan Belanda
E. perundingan itu tidak menyentuh masalah yang mendasar dalam pertikaian Indonesia –Belanda

44. Alasan pemerintah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dalam bentuk RIS adalah.....
A. Untuk melidungi negara-negara boneka buatan Belanda
B. Untuk mendesak kekuasaan pemerintah Republik Indonesia
C. Untuk mempersiapkan kembalinya kekuasaan Belanda di Indonesia
D. Untuk melepaskan wilayah Indonesia secara bertahap
E. Untuk tetap menjalin hubungan baik dengan pemerintah Indonesia

45. Peristiwa pemberontakan DI/TII Kartosuwiryo dilatar belakangi oleh penandatanganan perjanjian.....
A. Linggarjati
B. Roem-Royen
C. Hoge Valuwe
D. Renville
E. KMB

46. Peristiwa pemberontakan PRRI/Permesta dilatar belakangi oleh.....
A. Persaingan di tubuh angkatan darat
B. Bantuan asing kepada pemberontak
C. Ketidakadilan pemerintah dalam pembangunan pusat dan daerah
D. Keinginan untuk merdeka
E. Rasa senasib Sulawesi dan Sumatera

47. Presiden Sukarno tanggal 5 Juli 1959, mengeluarkan Dekrit Presiden. Isi dari Dekrit Presiden tersebut intinya adalah ...
A. Membubarkan DPR, UUD 1945 berlaku kembali, membentuk MPRS dan DPAS
B. Membubarkan konstituante, UUD 1945 berlaku kembali, membentuk MPRS dan DPAS
C. Membubarkan konstituante, UUD 1945 berlaku kembali, membentuk MPRS dan DPAS
D. Membubarkan konstituante, UUD 1945 berlaku kembali, membentuk DPAS dan DPRGR
E. Membubarkan MPRS dan konstituante, UUD 1945 berlaku kembali, membentuk DPAS dan DPRGR
48. Tujuan PKI melakukan isu Dewan Jenderal ialah.....
A. melemahkan kedudukan presiden Sukarno
B. menghilangkan kepercayaan terhadap TNI-AD
C. menarik simpati dunia internasional
D. mengadu domba angkatan bersenjata
E. menakut-nakuti lawan politiknya

49. Dalam usaha menyusun kekuatan, salah satu kegiatan yang dilakukan PKI adalah menuntut dibentuknya angkatan ke 5 yang terdiri dari.....
A. Buruh
B. Petani
C. Buruh dan petani
D. Kepolisisan
E. Hansip

50. Menurut presiden Sukarno adanya Gerakan G 30S/PKI disebabkan oleh.....
A. Kesesatan petani
B. Kelihaian nekolim
C. Kesesatan PKI dan kelihaian nekolim
D. Hasutan RRC
E. PKI merubah ideologi

51. Inti pokok dari Surat Perintah 11 Maret 1966 adalah.....
A. Mengamankan negara dan revolusi 1945
B. Membubarkan PKI
C. Membentuk fran perlawanan rakyat
D. Membubarkan MPRS yang dikuasai PKI
E. Mempercepat pemilihan Umum

52. Susunan tatanan peri kehidupan rakyat, bangsa dan negara berdasarkan pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen, merupakan pengertian dari.....
A. Orde pembangunan
B. Orde baru
C. Orde lama
D. Orde revolusi
E. Orde reformasi

53. Maksud dan tujuan Reformasi adalah ...
A. Memperbaharui tatanan berbangsa dan bernegara sesuai Pancasila dan UUD 1945
B. Mengembalikan fungsi kontrol masyarakat terhadap rezim Orde Baru
C. Mengembalikan harta kekayaan para pejabat Orde Baru yang KKN
D. Mereposisi peran dan visi TNI untuk melaksanakan dwifungsinya
E. Memberdayakan lembaga tinggi negara untuk lebih peduli

54. Perhatikan informasi berikut!
1. Masalah Kamboja
2. Krisis Terusan Suez
3. Perselisihan antara Pakistan - Bangladesh
4. Perselisihan gerilyawan Moro – Pemerintah Philipina
Berdasarkan informasi di atas, peran Indonesia dalam ASEAN dan OKI sebelum 1997 adalah membantu menyelesaikan ...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 3
E. 2 dan 4

55. Perang Dingin ditandai pertentangan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet setelah Perang Dunia II. Pertentangan tersebut awalnya disebabkan oleh ...
A. Perebutan pengaruh dan persaingan ideologi antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet
B. Dibagi duanya negara Jerman dan Korea karena ambisi Amerika Serikat dan Uni Soviet
C. Ambisi Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk menguasai dunia
D. Kehancuran perekonomian Uni Soviet akibat Perang Dunia
E. Terjadinya perlombaan senjata di antara keduanya.

56. Penyebab runtuhnya Uni Soviet adalah ...
A. Tidak memiliki dasar negara yang didukung oleh seluruh rakyat
B. Timbulnya gerakan kemerdekaan negara-negara di laut Baltik
C. Sentralisasi Kremlin tidak sesuai lagi dengan keinginan rakyat
D. Paham komunis tidak lagi sesuai dengan kehidupan bangsa
E. Terjadinya stagnasi ekonomi yang menjalar ke stagnasi politik



57. Ketika Michael Gorbachev menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis di Uni Soviet, ia melakukan pembaharuan ...
A. Glasnot, Kapitalis, Perestroika
B. Glasnot, Kapitalis, Demokratizia
C. Kapitalis, Perestroika, Demokratizia
D. Demokratizia, Perestroika, Glasnot
E. Demokratizia, Perestroika, Nasionalisme

58. Peranan Indonesia dalam membantu menyelesaikan konflik di Kamboja antara lain adalah ...
A. TNI mendukung tentara Kamboja dalam menghadapi Khmer Merah
B. Sebagai mediator perundingan di forum PBB
C. Mengundang Hun Sen dan Ranaridh ke Bali
D. Melaksanakan Jakarta Informal Meeting
E. Mengadakan perundingan di Vietnam

59. Kesepakatan Jerman bersatu dicapai pada tanggal 3 Oktober 1990, hal ini disesuaikan dengan peristiwa ...
A. Berdirinya Tembok Berlin
B. Menyerahnya Jerman kepada Sekutu
C. Jatuhnya Berlin oleh Jendral Zhukov
D. Dibagihya Jerman menjadi dua
E. Dikuasainya Jerman oleh Jendral Dwight Eisenhower
  • Current Mood
    confused confused

Random Notes

By Ella (Eka's notes):

"You worth everything"

That's what she said.

But no. To me, she is the one who worth everything. Not me. The one who can bring me happiness when I just looking a her. The one who can kill me without guilt, who can shoot me with a smile on her face while saying sorry.

....... The one who means everything to me, but fate took her away from my love life.

Because she loves someone else more than me.

Because..... she didn't love me anymore. Or maybe she's not even truly love me in the first place... Haha, what an idiot I am, forcing my love on her like that... Without considering her feelings. Kiss her beautiful lips.... without knowing that kiss will not last forever. Wrap my arms around her warm fragile body.... without knowing that warmth will go away from me... never to come back.

..... But she has moved on, so I should too as well. Forgetting her. All my memories of her. The first time when I saw her, when she stuck her beloved scissors on my back... when I kiss her unconciously..... 

..... When I saying that I love her very much......

.......

..... Sialan.

I can't do it.... after all.

I'm such a loser to myself.


By Dana (Yuri's notes):
 
"To him, I knew it was love. But to me, it was a crush. I don't know what I was thinking, letting myself wander into that. It tore apart everything I ever knew as who I was, and yet...it did make me happy for a while.
   
But the happiness disappeared when I felt my heart begin to change for the worse. I didn't feel how I used to about him; it became slow, unwanted, forced...he was still amazing, but I couldn't stay committed to him. It was awful, but that's how it was.
   
When the time came I remember my heart sticking itself in my throat. The trembling of my hand as I pulled the trigger, sending my lover on one knee to death. My family had expectations of me, and I couldn't fulfill them when with this man.
   
And yet those memories were some of the happiest of my life. The feel of his arms around me on a cold day, his sweet smile; the soft look in his eyes that said “I forgive you” each time I lashed out at him; all of that was gone, but it lived on in my mind.
   
And so it is that I've moved on and as I'm writing this I wonder when I'm allowed to start anew; with whom and how. Hoping he finds someone else to make his life fantastic.
   
Hoping he forgives me.

Hoping he forgets me."
  • Current Music
    A Thousand Smiles by Elle Garden
  • Tags

A Thousand Smiles

A/N: .... The characters and song belongs to their respective owners 8D

----------------------------------------------------------------------------------------------------

"Shall I tell you a story
A story of a poor little boy
A little boy who met a little girl with a thousand smiles"


Eka thought to himself. 'I'm lonely. Too lonely. Kak Nusa seldom comes here anymore to visit me.... I wonder how's everyone doing.....?'. He stares out of the window, looking at the beautiful flower field. The field looks shiny because of the sun, he always like it. He feels calm everytime he looks at it.

Suddenly, small steps coming from the field, followed by a small cheerful laughter. A little blonde girl then comes out, chasing a small rabbit happily. Curious, Eka opens the window and it immediately catch the blonde girl's attention.

And then their eyes met.

He will never forget that beautiful gleaming blue eyes.

----------------------------------------------------------------------------------------------------

"He named each one of her smiles
He filled his room with her pictures
When she left there was nothing left but thousand smiles"


Yuri was the name of that beautiful girl. They meet up with a smile, and Eka now really likes to draw her smiling. A bunch of papers piled up in his room, all of Yuri's pictures. Eka slowly begin to fall in love with her, without her knowing it. They just spend time as much as they can together, in that flower field. Without knowing how precious they will be.

Yuri has to transferred to another country. They play for the last time together at that time, holding hands side by side. Whispering each other comforting words, and Eka know that he'll never see her again. Will just being reminded of her by hundreds of drawings in his room. A bunch of pretty smiles that decorates his room.

"He held her tightly the last minute before goodbye
This is what he whispered"


Eka hugs Yuri tightly but gently, whispering goodbye in her ears.

That night, they cried together to sleep.

"There's nothing I will forget
nothing I won't forgive
I never thought I'd come to this
Can't you see
Nothing I can regret
Nothing I won't miss
but I can hide it for now
'cause you gave me a thousand ways to smile"


With that last whisper, they parted forever.

----------------------------------------------------------------------------------------------------

"It occurred a dozen years later
The next day was his 23rd birthday
His idle life ended up in shooting a girl"


12 years later, in a small prison on the countryside. That's where Eka sat now. Staring lifelessly through the bars, looking at the small field just beside the prison. He got a death sentence, because he shot a girl. That's not even true. He was just being there when the culprit... The robber, shoves the gun right in his hands after wiping off the fingerprints and just run away. And there's no witnesses too.

And he can do nothing about it. Tomorrow will be his last birthday, as well as his death day.

"He cursed his whole lost life
in a tiny concrete cage
He looked around and found there's nothing left in his hands"


He had cried enough. His life will end tomorrow. He had saw the victim. She has the same eyes as that girl back from 12 years ago. That girl he loves very much. That girl that had showed him so many smiles and fun. Yuri, was the name of the girl. And she just died. That's enough for him to have nothing anymore.

He buries his face in his hands, and cried again.

"He held himself tightly the last minute before goodbye
This is what he whispered"


Midnight has occured. He stares blankly through the bars, staring at the white moon. He hugged his knees, and begin whispering. The words from back then. The words from 12 years ago. The words that planted into his mind.

"There's nothing I will forget
nothing I won't forgive
I never thought I'd come to this
Can't you see
Nothing I can regret
Nothing I won't miss
but I can hide it for now
'cause you gave me a thousand ways to smile"


----------------------------------------------------------------------------------------------------

"He held himself tightly in front of the gallows
This is what he whispered"


The day has come. Eka stares at the crowd in front of the stage. A noose had hung in front of his eyes, ready to take his life soon. He looks down, and hugging his arms. He begin to mutters his last words that were so lovely to him. He cried silently.

"Nothing I will forget
nothing I won't forgive
I never thought I'd come to this
Can't you see
Nothing I can regret
Nothing I won't miss
but I can hide it for now
'cause you gave me a thousand ways to smile"


The noose had tightened around his neck. Eka stares without fear in his eyes. He's ready now. Because he will meet her again, soon... in another world.

'Yuri..... I'll meet you soon...'


"Nothing I will forget
nothing I won't forgive
I never thought I'd come to this
Can't you see
Nothing I can regret
Nothing I won't miss
but I can hide it for now
'cause you gave me a thousand ways to smile"


The chair has been kicked, and the rope yanks. A moments later, Birds chirping as one more innocent soul gone from this world... and finally meet with his love.

".....so I'm alright"
  • Current Music
    A Thousand Smiles by Elle Garden
  • Tags

Hetalia Hogwarts Basic Info





Members


Gryffindor:
                                                                                          Alfred F. Jones, Arthur Kirkland, Kaoru Wong (Hong Kong), Nusa Satyadharma, Iris Arpeer, Cyan Arpeer, Karli Arpeer, Lili Zwingli (Liechtenstein), Miguel (Manila), Bayu Triputra (Jakarta) , Matthew Williams, Feliks Lukasiewicz, Antonio Fernandez Carriedo, Lindsay Arpeer, Raeleen (Seychelles)

Hufflepuff: 
Dana Arpeer, Ella Arpeer, Dylan Williams (Martensvile), Glen Antifaev (Saskatchewan), Raivis Galante, Jen Arpeer, 

Ravenclaw: 
Eka Satyadharma (West Indonesia),  Berwald Oxenstierna, Feliciano Vargas, Sadiq Adnan, Eduard von Bock, Toris Lorinaitis, Jada Arpeer, Maya (Philippines), Rose Arpeer

Slytherin: 
Yuri Bonnefoy (Bordeaux), Gilbert Beillschmidt, Li Crescent, Vamriza (?) (Trannsylvania), Cheryl Williams (Saskatoon), Kamui Gakupo (Vocaloid), Eirik Haugland (Norway), (young) Francis Bonnefoy, Ivan Braginski


Current House Points

Gryffindor: 370

Hufflepuff: 475

Ravenclaw: 500

Slytherin: 405